Terompet Mobil Pick-Up

Tahun baru 2013 sebentar lagi akan dimulai. Namun di kawasan Tembalang hanya beberapa yang memulai menjual terompet beraneka macam bentuk. Salah satunya ibu Siti. Dia menjual beraneka bentuk terompet guna menyambut tahun baru 2013. Hanya ibu ini yang menjual terompet di Tembalang yang menggunakan mobil pick up sebagai lapak. Beberapa pedagang terompet lain rata-rata menjual terompet dengan dipikul. “Sudah sekitar tiga hari yang lalu mbak saya berjualan disini”, kata ibu Siti.

Ibu Siti dan Lapak Terompet Mobil Pick-Up nya Senin (17/12)

Ibu Siti dan Lapak Terompet Mobil Pick-Up nya Senin (17/12)

Tercetus ide berjualan terompet keliling Tembalang dengan mobil pick up pada awalnya karena mobil tersebut awalnya digunakan untuk berdagang warung kecil-kecilan. Namun karena melihat kalender yang mulai memasuki tahun baru, maka ibu Siti ini berjualan terompet diatas mobil pick up tersebut, selain itu jika berjualan terompet diatas mobil pick-up yang sudah dimodifikasi ini lebih praktis dibereskan jika hujan, mengingat bulan desember musim hujan.

Mobil Pick-up yang digunakan untuk berjualan terompet

Mobil Pick-up yang digunakan untuk berjualan terompet

Terompet yang dijual bervariasi ada yang berbentuk terompet biasa, berbentuk mirip naga, saxophone, kemudian ada juga yang disisipi sayap kupu-kupu. dari beraneka macam terompet ini, ibu Siti mematok harga penjualan untuk terompet biasa Rp 5.000,00, saxophone Rp 15.000,00 – Rp30,000,00, dan yang berbentuk naga serta kupu-kupu Rp 30.000,00-Rp 50.000,00. Harga-harga ini dipatok menurut tingkat kerumitan pembuatan bentuk terompet. ibu Siti ini mengatakan, bahwa dia tidak membuat terompet-terompet yang dijualnya sendiri. Namun ada semacam home industry yang khusus membuat terompet di daerah Meteseh, Semarang. Dan dia memesan sekitar 200 buah terompet dari tempat tersebut untuk dijual sampai laku, baru memesan lagi. Masalah untung, dia mengaku tidak setiap hari mendapat untung, “Yang penting Saya senang menyambut tahun baru dengan berjualan terompet”, kata ibu Siti, dengan tertawa kecil.

aneka macam terompet yang dijual

aneka macam terompet yang dijual

lapak terompet

lapak terompet

Pandanaran Art Festival 2012 Semarang

Pemerintah Kota Semarang mengadakan event tahunan, Pandanaran Art Festival 2012 yang diselenggarakan pada Sabtu 15 Desember 2012 sampai dengan 16 Desember 2012 tepatnya di Jl. Pemuda Semarang. Sudah kali keempat, Pandanaran Art Festival ini diadakan mencoba menggabungkan komunitas budaya yang hidup di kota Semarang, seperti Kampung Jawa, Kampung Arab, Kampung Cina, dan Kampung Belanda. Dengan terlibatnya berbagai komunitas budaya ini diharapkan dapat mempromosikan Kota Semarang pada skala nasional maupun internasional. Terlihat sekitar ribuan pengunjung yang berasal dari warga Semarang dan luar kota Semarang antusias mengunjungi Pandanaran Art Festival ini, meskipun acara ini sudah memasuki penghujung penutupan.

Semarang- Sisa-sisa Pandanaran Art Festival yang masih dikunjungi warga semarang an luar kota semarang

Minggu (16/12) Sisa-sisa Pandanaran Art Festival yang masih dikunjungi warga Semarang dan luar kota Semarang 

Selain dimeriahkan dengan tarian Semarangan,  tarian Seribu Tangan, tarian Sufi, tarian polka dance, komplemen dance, dan tarian Warag Ngendog di panggung yang tersedia, Acara ini juga di isi oleh sekitar 154 stand terdiri dari Komunitas, UKM, Kuliner, dan Sponsor. Salah satu stand komunitas yang unik di Pandanaran Art Festival ini adalah Komunitas Seni yang merupakan kolaborasi dari komunitas seni di Semarang yaitu Orart- Oret, PAPPILON COMIIC, KUBU RUPO, BYAR IMAJINATIF, HYSTERIA, ETSA Face & Body Painting, OUTSIDERS!Ink. Rima, salah satu pengunjung yang berasal dari Kendal mengatakan, “Saya bangga bisa berkesempatan datang ke Semarang untuk mengunjungi event ini, soalnya di Kendal belum tentu ada acara hiburan semacam ini”.

Pengunjung asik menikmato karya-karya yang dihasilkan komunitas seni Semarang

Pengunjung asik menikmato karya-karya yang dihasilkan komunitas seni Semarang

SANYO DIGITAL CAMERA

Salah Satu Karya Komunitas Seni Semarang

Tambal Bambu Disana-sini….

Siapa yang menyangka, kawasan Kota Lama yang merupakan aset wisata Kota Semarang yang indah ternyata tercemar keindahannya dengan sungai-sungai yang hampir meluap dikarenakan banjir dan rob serta berbau sampah. Terlebih lagi Kota Lama tersebut dekat dengan kawasan Pasar Johar, dimana perekonomian kelas menengah dan menengah bawah berlangsung.

sungai di dekat kawasan kota lama yang berbau dan jampir meluap

sungai di dekat kawasan kota lama yang berbau dan hampir meluap

Tercemarnya sungai-sungai tersebut tentunya lumayan mengganggu apalagi jika meluap sungainya, terkadang berpengaruh terhadap kerusakan jembatan. Padahal jembatan tersebut dijadikan penghubung yang dilewati pejalan kaki, pedangang, dan sepeda motor untuk melewati antara  Kota Lama dan Pasar Johar.

Semenjak dibangun pada tahun 1970-an jembatan ini belum direnovasi ulang. jika rusak akibat hujan dan banjir rob, warga setempat berinisiatif untuk menambal jembatan itu dengan bambu. Karena menurut salah seorang warga, Ibu Sri, jembatan itu merupakan akses mudah untuh menuju Kota Lama dari Pasar Johar ataupun sebaliknya, karena jika warga berjalan memutar tidak melewati jembatan tersebut maka akan lebih lama.

jembatan yang rusak

jembatan yang rusak

Sebenarnya warga setempat sudah mengajukan proposal dan berbagai syarat administrasi kepada pengelola kawasan tersebut untuk memperbaiki jembatan itu. Karena jika ditambal terus-menerus lama-kelamaan tidak akan mampu menampung beban tiap orang, sepeda motor dan para pedagang yang membawa barang-barang dagangan berat. Pak Diman, salah satu pedagang di kawasan tersebut mengaku pihaknya kewalahan jika harus melalui jembatan tersebut setiap hari, harus berhati-hati dan melihat kebawah dengan kekhawatiran akan tercebur, apalagi bapak tersebut membawa barang dagangan berat.

Pak Diman salah seorang pedagan yang melewati jembatan ini setiap hari

Pak Diman, salah seorang pedagang yang melewati jembatan ini setiap hari

Warga setempat berharap sebaiknya pihak pengelola cepat menanggapi permasalahan ini, karena menyangkut berlangsungnya kehidupan perekonomian para pedagang Pasar Johar begitupun warga yang memanfaatkan jembatan tersebut untuk mempermudah akses dari Pasar Johar ke Kota Lama maupun sebaliknya, ataupun warga yang berangkat-pulang dari dan menuju rumahnya yang terletak disekitar kawasan tersebut. Namun dari tahun-ketahun, meskipun berbagai syarat administrasi telah diajukan tampaknya tidak ada tanggapan dari pihak pengelola kawasan tersebut. Sehingga yang dilakukan warga setiap jembatan rusak, menambal dengan bambu lagi, bambu lagi….

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.